Kenapa perlu partai politik baru ? Karena kita menolak pembodohan atas penjajahan pikiran dan hati yang dipaksa direnggut dengan doktrin budaya politik praktik cara lama yang melemahkan kedaulatan rakyat bahkan berujung menindas rakyat secara terang-terangan.
Begini alur cara berpikirnya
Apakah kita tahu bahwa demokrasi ala Indonesia saat ini adalah bentuk dari penjajahan ? Jawabannya adalah iya karena ini adalah bentuk perkawinaan silang antara kepentingan oknum politik (bisa pajabat, politisi, penghianat negara) dengan pemilik modal (elit global, kepentingan bisnis pengusaha hitam, kaum oligark) yang mengangkangi tidak hanya negara dan pemerintahan tetapi juga kedaulatan rakyat, Hasilnya adalah hampir mayoritas tanah yang merupakan kedaulatan wilayah sebagai sebuah negara kini telah mayoritas dimiliki oleh kekuatan oligarki.
Lalu dimana letak permasalahannya ?
Negara ini, bahkan pemerintahan telah tunduk pada kekuatan oligarki sehingga tidak berdaya menentukan nasibnya sendiri di masa depan. Semua harus dengan aturan dan langkah yang diberikan oleh mereka. Yang kita soroti adalah siapa oknum politik ini yang jelas-jelas melacurkan diri, menggadaikan intelektual, membodohi rakyat, dan merusak negeri ini? Siapa lagi kalau bukan para oknum di partai politik. Nah, dari sini kita bisa mencermati kondisi dan situasi dari setiap partai politik yang menduduki di senayan. Apakah mereka ada afilisasi dengan oligarki ? atau bahkan telah menjadi kaum oligark ? Jawabannya iya sudah karena telah menerima aturan mereka tentu sudah menjadi bagian dari kaum oligark.
Mengapa mereka bisa seperti itu ?
Karena mereka menguasai partai politik yang mereka bernaung disana. Mereka menjadi dinasti, elit, membentuk kerajaan, merusak partainya sendiri untuk kepentingan pribadi dan golongan atau kelompok. Kepentingan mulia partai menjadi berubah untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Mereka sangat berkuasa di dalam organisasi partai tersebut. Mereka katakan A maka semua menjadi A juga. Karena aturan organisasinya baik AD/RT dan seterusnya dirubah sesuka-suka mereka untuk mempertahankan keberlanjutan pribadi dan kelompoknya.
Lalu bagaimana kedepannya ?
Sekarang apakah menunggu mereka berubah ? atau memperbaiki diri apakah mungkin ? Jawabannya sudah tidak mungkin karena secara tidak langsung mereka telah membangun kerusakan semua dimensi dalam tatanan kehidupan politik, bangsa dan negara, serta kehidupan sosial kemasyarakatan. Mereka merusak semua tatanan kehidupan bangsa ini. Maka perlu melahirkan partai-partai baru yang berbeda dari partai mereka.
Kenapa tidak bergabung ke partai mereka dan merubahnya ?
Coba butuh berapa lama untuk merubah ? karena mereka berkuasa dan yang tidak sejalan akan dirubah atau dibinasakan. Maka jalan satu-satunya selain revolusi sosial ya melakukan pendirian partai-partai baru yang dari sistem organiasinya mencegah adanya dominasi satu atau kelompok orang dalam organisasi. Organisasi partai yang organik, desentralisasi, berdasarkan kedaulatan rakyat, terbuka bertanggung jawab, dan menjadi bagian dari gerakan merubah bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Konsep desentralisasi adalah dimana kewenangan mengurusi otonomi ada pada masing-masing jenjang mulai dari nasional, wilayah, daerah, cabang, dan ranting. Semua kesatuan dalam tubuh yang saling mengisi dan melengkapi dalam suatu rumah gotong royong. Namun masing-masing memiliki otonomi yang tidak bisa saling intervensi dalam hal keputusan politik dimasing-masing jenjang. Secara manajemen keuangan kepartaian pun masing-masing jenjang memiliki otoritas penuh dalam mengelola.
Selain itu, partai ini adalah partai terbuka yang tidak dibatasi oleh suku, agama, ras atau bentuk sekterian apapun, semua boleh bergabung dan menyampaikan aspirasi sebagai simpatisan / anggota atau pengurus. Dalam mengusung calon presiden dan wapres pun dipersilahkan usung nanti ada mekanisme pemilihan internal partai untuk mendapatkan suara terbanyak dari calon yang diusung (bila sistem masih pemilu langsung yang diselenggarakan oleh pemerintah). Dan kita harus melawan pemilu dipilih parlemen karena akan hanya melanggengkan praktik lama yang merusak negara.
Partai ini juga jelas tidak didasari atas ketokohan apalagi saham kepemilikan. Ini adalah partai yang berpegang pada sistem dan bukan manusia. Semua ada aturan organisasinya. Siapapun yang salah akan ditindak dan yang benar akan diapresiasi. Partai ini juga mementahkan segala bentuk kecurangan dalam pemilu dan memberikan edukasi seluas-luasnya pada masyarakat akan pentingnya melawan segala bentuk kecurangan dalam pemilu.
Partai ini memilih pelayan dan wakil rakyat dengan berdasarkan jejak kehidupan, kemampuan, dan kesadaran visi misi yang sesuai arah perjuangan partai dan kedaulatan rakyat serta cita-cita negara. Partai ini mencari kader dan calon pemilih berdasarkan kesamaan visi misi perjuangan bukan karena transaksi uang atau politik uang. Karena pengurus dari partai ini berusaha menjaga harga diri, martabat, dan rasa kebersamaan bersama rakyat karena kita bagian dari rakyat itu sendiri.
Partai ini berjuang tidak hanya dalam ruang fisik namun juga virtual. Karena pengurus adalah aktif netizen yang menguasai kemampuan digital dan proaktif melakukan kampain perlawanan terhadap penyimpangan demokrasi. Partai ini sebagai rumah bagi netizen untuk aktif berpolitik melawan penyimpangan demokrasi dan mengawal pemerintahan dalam melayani masyarakat serta ikut dalam pertarungan pemilihan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga demokrasi.











0 Comments